Showing posts with label kepuasan kerja. Show all posts
Showing posts with label kepuasan kerja. Show all posts

Job Satisfaction and Customer Satisfaction


Job Satisfaction and Customer Satisfaction
  • Satisfied employees increase customer satisfaction because:
  1. They are more friendly, upbeat, and responsive. 
  2. They are less likely to turnover which helps build long-term customer relationships. 
  3. They are experienced.
  • Dissatisfied customers increase employee job dissatisfaction.

Dampak Dari Ketidakpuasan Kerja



Dampak Dari Ketidakpuasan Kerja
  • Dampak terhadap ketidakhadiran (Absesnteisme) dan Keluarnya Tenaga Kerja (Turn Over).
Ketidakhadiran lebih spontan sifatnya dan dengan demikian kurang mencerminkan ketidakpuasan. Lain halnya dengan keluar dari pekerjaan. Perilaku ini karena akan mempunyai akibat-akibat ekonomis yang besar, maka lebih besar kemungkinannya ia berhubungan dengan ketidakpuasan kerja. (Munandar, 2001)
  • Dampak terhadap kesehatan
Dari segi kesehatan, ada link yang jelas antara kepuasan kerja dan kesehatan mental, seperti depresi dan burnout. Burnout adalah keadaan emosi sedih yang dialami pada pekerjaan, seperti perasaan emosional yang lelah dan perasaan penurunan prestasi pribadi. (Parker, 2007)

Ada beberapa bukti tentang adanya hubungan antara kepuasan kerja dengan kesehatan fisik dan mental. Dari satu kajian longitudinal disimpulkan bahwa ukuran-ukuran dari kepuasan kerja merupakan peramal yang baik dari longevity atau panjang umur atau rentang kehidupan. (Munandar, 2001)

Dampak Dari Kepuasan Kerja



Dampak dari perilaku kepuasan kerja telah banyak diteliti dan dikaji. Berikut beberapa hasil penelitian tentang dampak kepuasan dan ketidakpuasan kerja telah banyak diteliti dan dikaji. Berikut beberapa hasil penelitian tentang dampak kepuasan kerja terhadap produktivitas, ketidakhadiran dan keluarnya pegawai, dan dampaknya terhadap kesehatan.
  • Dampak terhadap produktivitas
Ditemukan bahwa jika kepuasan dan produktifitas data digabungkan untuk sebuah perusahaan secara keseluruhan, menemukan bahwa perusahaan yang banyak memiliki karyawan yang puas cenderung lebih efektif daripada yang memiliki sedikit karyawan yang tidak puas. (Robbins, 2007)
Menurut Robbins (2007) pekerja yang bahagia atau puas akan pekerjaannya kemungkinan besar menjadi karyawan yang produktif.
  • Dampak Terhadap Kepuasan Konsumen
Menurut Robbins (2007) kepuasan kerja karyawan dapat membuat kepuasan konsumen meningkat. Karena pada pelayanan organisasi, retensi dan pembelotan pelanggan sangat tergantung pada bagaimana karyawan berurusan dengan konsumen. Karyawan yang puas akan lebih bersahabat, ramah, dan responsive dalam menghargai pelanggan.
  • Dampak Terhadap Kepuasan Hidup
Kepuasan kerja memiliki korelasi positif cukup kuat dengan kepuasan hidup secara keseluruhan seseorang. Tampaknya bagaimana seseorang merasa dan / atau berpikir tentang suatu pekerjaan seseorang cenderung untuk mempengaruhi bagaimana kita merasa dan / atau berpikir lebih luas. (Parker, 2007)

Faktor Kepuasan Kerja



Banyak Faktor yang telah diteliti sebagai faktor-faktor yang mungkin menentukan kepuasan kerja. Berikut ini akan disebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja :
  • Menurut Hackman dan Oldham (1976) ciri-ciri intrinsik dari pekerjaan yang menentukan kepuasan kerja ialah : 
  1. Keragaman keterampilan
  2. Jati diri tugas
  3. Tugas yang penting
  4. Otonomi
  5. Pemberian umpan balik.
  • Menurut Locke, ciri-ciri dari pekerjaan yang menentukan kepuasan kerja ialah :
  1. Keragaman pekerjaan
  2. Kesulitan pekerjaan
  3. Jumlah pekerjaan
  4. Tanggung jawab
  5. Otonomi
  6. Kendali terhadap metode kerja
  7. Kemajemukan
  8. Kreativitas.
  • Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Munandar (2001) adalah 
  1. Gaji\ penghasilan
  2. Imbalan yang dirasakan adil
  3. Kepemimpinan
  4. Kondisi kerja
  5. Rekan-rekan sejawat yang menunjang

Kepuasan Kerja


Kepuasan kerja didefinisikan sebagai perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang didapatkan dari evaluasi yang berkarakteristik. (Robbins,2007)

Dapat diketahui bahwa komponen-komponen yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Robbins (2007) ada lima komponen yakni : 



  1. The nature of the work : seperti kecocokan pada pekerjaan dan tingkat kesulitan pada pekerjaan 
  2. Supervision : seperti kinerja supervisor dan pengawasan pada pekerjaan 
  3. Present pay : seperti gaji dan system renumerasi 
  4. Promotion opportunities : seperti promosi yang ditawarkan dan peluang promosinya
  5. Relation with coworkers : seperti hubungan dengan rekan kerja dan atasan, yang merupakan komponen kepuasan kerja

Semoga Bermanfaat.....

KRITERIA DIAGNOSTIK GENERALIZED ANXIETY DISORDERS

Untuk mendapatkan diagnosis Generalized Anxiety Disorder, seseorang harus mengalami tingkat kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan, yang...