Jangan Menyerah Perjalanan Masih Panjang

Kesuksesan bukan garis akhir, tapi
perjalanan panjang yang penuh
ketidakpastian.

Setiap hari kamu melangkah,
meski sering tidak tahu berapa lama,
seberapa sakit, dan apakah kamu akan
berhasil.

Aku tidak tahu
berapa banyak rintangan yang akan datang.
Aku tidak tahu
apakah mimpiku terwujud.

Tapi satu hal yang aku tahu:
Aku percaya pada keberanianku.
Aku memilih kesabaran
daripada amarah.
Aku memilih melangkah 
daripada berhenti.

Ketika orang lain berkata,
“Ini bukan tempatmu,”
aku menjawab dalam hati:
“Perjalanan Masih Panjang.”
Ini bukan akhir dari segalanya.

Biarkan Opini Orang Yang Tidak Bermanfaat

Kamu bisa saja sedang berada 
di jalan yang benar,
bekerja keras setiap hari,
tapi tetap saja…
orang akan bicara.
Ada yang menyalahkan, mengkritik,
bahkan menyuruhmu berhenti.

Sedikit demi sedikit,
kamu mulai ragu pada diri sendiri.
Aku ingat satu cerita.

Menonton pertandingan bola,
semua orang memberi komentar…
bahkan kakekku yang tidak paham
bola ikut memberi saran.
Lucunya,
pemain itu tidak mendengarkan siapa pun
kecuali saran bagus dari pelatihnya.
Dan memang seharusnya begitu.

Karena setiap orang menilai dari sudut
pandangnya sendiri.
Apa yang benar bagi mereka,
belum tentu benar untukmu.

Dan Ingat ini:
kamu adalah pemain terbaik dalam 
hidupmu sendiri.
Ambil nasihat yang membangun,
yang menunjukkan kelemahanmu.
Tapi jika itu tidak relevan, lepaskan .

Jawaban hidupmu
tidak ada di mulut orang lain.
Jawabannya ada di dalam dirimu.

Amarah dan Ketenangan

“Pernah nggak kamu merasa hidupmu berat
sejak satu kesalahan di masa lalu?
Setiap hari pikiran itu datang, dan perlahan
menghabiskan tenagamu.

Kita sering marah bukan karena orang lain,
tapi karena kita terus berusaha
membenarkan kesalahan kita sendiri.
Kita kembali ke lingkungan yang sama,
mengulang keputusan yang sama,
dan tanpa sadar… mengulang kesalahan
yang sama.

Padahal, salah itu wajar. Kita manusia.
Justru dari kesalahan itulah kita belajar
hidup dengan lebih baik.

Masalahnya, kita terlalu sibuk
mendengarkan suara orang lain,
sampai lupa mendengarkan suara diri
sendiri.

Akibatnya, muncul salah paham,
pertengkaran, dan amarah.
Coba berhenti sejenak. Diam. Sendiri.

Luangkan waktu untuk dirimu sendiri.
Karena orang yang paling mengenalmu,
yang bisa menilai keputusanmu,
dan menunjukkan jalan yang benar…
sedang menunggumu di depan cermin.

Ketika merenung kita siapkan pengetahuan
tentang perbaikan diri. Tanpa pengetahuan
Kita Akan Sulit Memperbaiki Diri.

Perhatikan para orang yang khusyuk beragama,
mereka menjauh dari hiruk-pikuk
masyarakat dan mengenal diri mereka
selama bertahun-tahun. 

Sementara kita bahkan tidak memberi
beberapa menit untuk mengenal diri sendiri.
"Merenung" melakukan hal ini: memberi
ketenangan batin agar kita menjadi sahabat
terbaik bagi diri sendiri, dan setiap tindakan
pikiran, tubuh, serta ucapan kita berada
dalam kendali.

Alasan ( Excuses )

Jangan Terjebak Alasan
Waktu sekolah, saya suka lomba menggambar.
Tapi setiap lomba, saya selalu mencari tempat 
yang paling nyaman dan tenang.
Sampai suatu hari guru saya berkata:
“Kamu tidak akan selalu mendapat kondisi ideal.
Keluar dari zona nyaman.”

Saat itu saya sadar,
selama ini saya lebih sibuk mengeluh tentang lingkungan,
bukan fokus pada pekerjaan.
Orang sukses itu berbeda. Mereka begitu fokus,
sampai lupa dengan kebisingan di sekitarnya.

Banyak orang berhasil
bukan karena fasilitas lengkap,
tapi karena memaksimalkan apa yang ada.
Kita tidak tahu kesempatan datang kapan,
dan dalam kondisi apa.
Jadi berhenti mencari alasan.
Kuasai kemampuanmu.
Fokus pada pekerjaanmu.
Jangan mengeluh,
jangan menyalahkan siapa pun.
Kesempatan yang kamu miliki hari ini
sudah cukup
untuk mengubah hidupmu

Depresi ( Depression)Jangan Menyerah

Pernah merasa hidup menekan dari 
semua arah?
Kita semua ingin hidup bahagia.
Tapi saat masalah datang bertubi-tubi,
pikiran negatif mulai menguasai kita.

Kita jadi bingung, marah,
dan merasa tidak berdaya.
Jika itu terjadi setiap hari,
itulah yang disebut depresi.

Tapi ingat satu hal:
kalau diri kita saja tidak selamanya 
di dunia ini,
bagaimana mungkin masalah kita 
akan selamanya?
Waktu punya kekuatan untuk
menyembuhkan.
Kita memang tidak bisa menghapus 
masa lalu,
tapi kita bisa menciptakan kebahagiaan
baru.
Pikiran negatif itu seperti beban,
makin dipelihara, makin melemahkan.
Bahkan orang dengan satu kaki
bisa mendaki gunung.
Bukan karena ototnya,
tapi karena harapannya.

Harapan adalah energi hidup.
Kehilangan harapan berarti kehilangan
kekuatan.
Bangkitlah.
Ini bukan tempatmu untuk menyerah.
Gunakan senyum untuk melawan masalah.
Percayalah, alam selalu mendukung usaha
kita.
Hasil mungkin terlambat,
tapi saat datang…
nilainya jauh lebih berharga.

KETERIKATAN EMOSIONAL( ATTACHMENT )

Peduli dan ingin membantu orang yang 
kita sayangi adalah hal yang wajar.
Namun niat baik tidak selalu diterima
dengan cara yang sama oleh orang lain.

Membantu itu penting, tapi bantuan tidak
boleh membuat mereka bergantung.
Seperti belajar naik sepeda, pada waktunya
pegangan harus dilepas agar bisa seimbang
sendiri.

Berikan kepercayaan dan kebebasan,
karena cinta dan keterikatan seharusnya
menguatkan, bukan membatasi.

Dan Kesabaran itu penting terhadap orang
yang kita sayangi, ketika kita merasa lebih
berpengalaman dan ingin menghindarkan
mereka dari masalah, menunjukkan jalan
kepada mereka ketika ditolak janganlah
langsung marah. 
Karena itu yang membuat
berjauhan dengan orang yang kita sayangi 

Menunda Pekerjaan

Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda
pekerjaan yang justru membuat tekanan
semakin besar.

Masalahnya bukan pada pikiran kita, tetapi
pada apa yang kita biasakan setiap hari.
Pikiran perlu dimotivasi terlebih dahulu,
karena kebiasaan menunda tidak akan
berhenti tanpa motivasi.
Pikiran hanya mengikuti arahan, dan kitalah
yang menjadi pengendalinya.
Untuk mengatasinya, jangan fokus pada
tujuan yang terlalu jauh, cukup mulai dari
satu langkah kecil.

Satu langkah hari ini bisa membuka 
banyak kemungkinan di masa depan.

Takut

Rasa takut sering kali bukan berasal 
dari situasi itu sendiri, tetapi dari 
cara kita memikirkannya.

Seperti ketika kecil dimasukkan 
ke ruang gelap, yang membuat takut 
bukan ruangan tersebut, melainkan
pikiran yang membayangkan hal-hal
negatif.

Ketika kita berani berpikir tenang dan
melihat kenyataan dengan baik, 
sering kali kita sadar bahwa tidak ada
ancaman nyata di sana.

Dalam kehidupan, menghadapi masalah
dengan pikiran jernih jauh lebih membantu
daripada terus menghindarinya.

Walaupun ada beberapa hal yang lebih
bijaksana kita tinggalkan tapi bukan 
untuk kita takut.

Jangan Menyerah Perjalanan Masih Panjang

Kesuksesan bukan garis akhir, tapi perjalanan panjang yang penuh ketidakpastian. Setiap hari kamu melangkah, meski sering tidak tahu berapa ...