“Pernah nggak kamu merasa hidupmu berat
sejak satu kesalahan di masa lalu?
Setiap hari pikiran itu datang, dan perlahan
menghabiskan tenagamu.
Kita sering marah bukan karena orang lain,
tapi karena kita terus berusaha
membenarkan kesalahan kita sendiri.
Kita kembali ke lingkungan yang sama,
mengulang keputusan yang sama,
dan tanpa sadar… mengulang kesalahan
yang sama.
Padahal, salah itu wajar. Kita manusia.
Justru dari kesalahan itulah kita belajar
hidup dengan lebih baik.
Masalahnya, kita terlalu sibuk
mendengarkan suara orang lain,
sampai lupa mendengarkan suara diri
sendiri.
Akibatnya, muncul salah paham,
pertengkaran, dan amarah.
Coba berhenti sejenak. Diam. Sendiri.
Luangkan waktu untuk dirimu sendiri.
Karena orang yang paling mengenalmu,
yang bisa menilai keputusanmu,
dan menunjukkan jalan yang benar…
sedang menunggumu di depan cermin.
Ketika merenung kita siapkan pengetahuan
tentang perbaikan diri. Tanpa pengetahuan
Kita Akan Sulit Memperbaiki Diri.
Perhatikan para orang yang khusyuk beragama,
mereka menjauh dari hiruk-pikuk
masyarakat dan mengenal diri mereka
selama bertahun-tahun.
Sementara kita bahkan tidak memberi
beberapa menit untuk mengenal diri sendiri.
"Merenung" melakukan hal ini: memberi
ketenangan batin agar kita menjadi sahabat
terbaik bagi diri sendiri, dan setiap tindakan
pikiran, tubuh, serta ucapan kita berada
dalam kendali.