Unsur-Unsur Organisasi


Dalam membuat analisis organisasi, terdapat tiga unsur yang masing-masing perlu perlu diteliti secara terpisah dan mendalam, namun harus ditinjau ketiga-tiganya, termasuk keterkaitan dari ketiga unsur itu (Cushway & Lodge, 1995). Ketiga unsur itu seharusnya menunjang misi dan strategi organisasi.

Tiga unsur tersebut adalah:
  1. Struktur Organisasi, menjelaskan bagaimana kewajiban, tugas, dan peran, dialokasikan di dalam organisasi. Hal ini penting karena memiliki dampak terhadap cara orang bekerja dan terhadap efektivitas proses-proses organisasi.
  2. Proses, yaitu mekanisme yang mendasari pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi. Proses, menentukan susunan organisasi, meskipun proses itu sendiri kemungkinan justru dibuat sesuai dengan struktur organisasi. Proses, juga mempengaruhijenis-jenis tenaga kerja yang dipekerjakan.
  3. Tenaga Kerja, yaitu manusia, sebagai sumber daya inti sebuah organisasi. Tenaga kerja menentukan struktur dan proses organisasi.

SISTEM-SISTEM MNEMONICS (Part2)



Metode Kata Kunci (Key Word Method)

Metode ini adalah metode yang digunakan oleh Atkinson (1975), Atkinson dan Raugh (1975), dan Raugh dan Atkinson (1975) dalam eksperimen latihan kata-kata asing. Suatu kata kunci berarti “kata dalam bahasa Inggris yang bunyinya sama dengan bagian dari kata asing” (Atkinson, 1975).

Dalam metode ini setelah subjek mengasosiasikan ungkapan dalam bahasa asing dengan sebuah kata kunci, mereka membentuk gambaran mental hubungan antara kata kunci dengan terjemahan dari ungkapan tersebut.

Contoh :
  • Pato, yaitu kata Spanyol untuk “bebek” (“duck”). Pato memiliki bunyi yang sama dengan “pot-o”. Gunakan kata pot sebagai kata kunci, kita dapat mengimajinasikan seekor bebek yang berkalung dengan bandul pot di lehernya.
  • Kata Rusia Zronok yang berarti “lonceng” (‘bell”). Zronok berbunyi seperti “zrahn-oak”. Dengan menggunakan kata “oak” sebagai kata kunci, kita dapat mengimajinasikan sebatang pohon oak dengan hiasan lonceng pada mahkota pohonnya.
Dari hasil eksperimen terbukti bahwa subjek yang belajar kata-kata asing dengan diberi kata kunci, hasilnya lebih baik (lebih banyak kata-kata yang diingat setelah tenggang waktu tertentu).

Skema-skema Organisasional (Organizational Schemes)
Semua bentuk/jenis sistem mnemonic adalah didasarkan pada struktur/susunan informasi sedemikian rupa sehingga mudah untuk diingat.  Struktur tersebut mungkin didasarkan pada tempat, waktu, ortografi, bunyi, perumpamaan, dsb.  Kekuatan lain dari mnemonic adalah mengorganisasikan informasi ke dalam kategori-kategori semantik, yang kemudian digunakan sebagai petunjuk (cue) dalam mengingat kembali.
Contoh :

Dalam sebuah eksperimen mengingat kata-kata, kepada subjek diberikan waktu dua menit untuk mempelajari daftar kata berikut ini :
bird
boy
 bread
church
feed
tiger
hill
home
nail
nurse
queen
pepper
web
hand
glass
apple
hair
grass
smoke
wool
vegetable
train
carpet
star
Setelah itu, subjek diminta menambahkan kolom-kolom angka selama empat menit. Kemudian, mereka diminta untuk mencoba mengingat kembali kata-kata yang berada di dalam daftar. Tiga kelompok yang lain juga diberi daftar kata-kata yang sama, waktu yang sama, dan distraktor (tugas selingan) yang sama (yaitu menambah kolom-kolom), tetapi dengan kondisi-kondisi tertentu, sebagai berikut : Kelompok kedua diberi pula suatu garis yang menggambarkan objek yang dimaksud oleh kata-kata tersebut kemudian mereka diminta untuk membayangkan obyek-obyek tersebut. Kelompok ketiga diminta untuk mengingat kata-kata yang sama dengan membaca cerita  dimana kata-kata yang harus diingatnya berada didalamnya. Akhirnya, kelompok keempat diminta mengingat kata-kata yang telah disusun secara semantik sepeti dibawah ini.   (Mereka juga diberi tambahan instruksi bahwa mereka dapat membantu ingatan mereka terhadap kategori-kategori yang ada dengan mengingat nama B.F.N.A.P.P, yang dibuat berdasarkan huruf pertama dari masing-masing nama kategori).
Body Parts
feet
hand
hair
nail
Foods
bread
pepper
apple
vegetable
Nature
hill
grass
smoke
star
web
Animal Life
boy
nurse
queen
bird
tiger
Places
church
home
train
Processed Things
glass
wool
carpet

SISTEM-SISTEM MNEMONICS (Part1)




Metode Loci (Method of Loci)  
Menurut Yates (1966) , metode Loci terdiri dari :
  • Menentukan tempat-tempat yang familiar (sangat kita kenal), diatur secara berurutan
  • Menciptakan gambaran item-item yang akan diingat kembali (to-be-recalled /TBR) yang berhubungan dengan tempat-tempat tersebut 
  • Mengingat kembali (recall) dalam arti “mengunjungi kembali (revisiting)” tempat-tempat tersebut, sebagai petunjuk (cue) bagi item-item yang akan diingat kembali (TBR).
Contoh :

Metode Loci untuk mengingat daftar belanjaan (Bower, 1970b, 1972).
Misalkan daftar belanjaan (kolom sebelah kiri) dan loci (koom sebelah kanan) sbb. :

Hot dogs                             Driveway 
Cat food                             Garage interior 
Tomatoes                            Front door
Bananas                              Coat closet shelf 
Whiskey                              Kitchen sink
Loci (tempat/lokasi) diatur dalam urutan yang sudah kita kenal, yang mudah diimajinasikan seolah-olah kita memasukinya/melewatinya. Langkah kedua, menciptakan beberapa perumpamaan yang aneh, dimana item-item pada daftar belanjaan dihubungkan dengan loci tersebut. Bower mengilustrasikan prosesnya sbb. : “hot dogs raksasa melewati driveway”, yang kedua, “seekor kucing sedang makan di garasi dengan suara gaduh”, selanjutnya, “tomat-tomat matang memerciki pintu depan”, “ nanas- nanas berayun-ayun di closet shelf (lemari dinding)”, sebotol whiskey tertumpah di bak cuci piring (kitchen sink)”, dan yang terakhir adalah mengingat kembali daftar yang diaktifkan dengan “perjalanan” secara mental ke tempat-tempat familiar tersebut (yang menunjukkan item-item belanjaan).

Sistem Peg Word (Peg Word System)
Sistem ini memiliki beberapa bentuk, namun ide dasarnya adalah bahwa kita mempelajari serangkaian kata yang berperan sebagai “patokan” (“peg”), dan item-item yang akan diingat kembali adalah kata yang “cocok/melekat” (“hung”) pada patokan tersebut.

Pada salah satu variasi sistem peg word ini subjek mempelajari serangkaian pasangan-pasangan kata bersajak, sbb. :

One is a bun                  Six is a stick
Two is a shoe                Seven is a heaven
Three is a tree               Eight is a gate
Four is a door               Nine is a line
Five is a hive                 Ten is a hen

Jadi, setelah daftar kata patokan dipelajari/ditentukan, mereka yang belajar harus “menempelkan” serangkaian item pada patokan-patokan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengimajinasikan adanya interaksi antara kata-kata patokan dengan kata-kata yang akan diingat (TBR). Contoh : Jika kata pertama pada seri TBR adalah elephan (gajah), dapat diimajinasikan berinteraksi dengan bun (bungkahan kue). Di sini akan nampak bahwa bila interaksinya terkesan aneh, akan berpengaruh lebih baik daripada bila interaksinya biasa-biasa saja. Dalam contoh ini anda dapat berpikir tentang “elephan berger”, dimana seekor gajah besar menggencet bungkahan hamburger kecil.

Mnemonics



Yang dimaksud dengan Mnemonics adalah teknik atau alat yang berupa sajak (rima) atau gambaran (image), yang bermanfaat untuk meningkatkan penyimpanan (storage) dan pengingatan informasi yang telah termuat dalam memori.

Dua bagian dari memori termuat dalam definisi : (1) Penyimpanan (storage) atau pengkodean (coding) terhadap informasi; (2) Pengingatan kembali informasi-informasi yang sudah disimpan. Berikut ini kita akan melihat bahwa beberapa teknik mnemonic dapat berhasil dalam membantu ativitas dalam tahap-tahap memori, baik penyimpanan, pengkodean, maupun mengingat.

Ada banyak sekali alat atau cara untuk membantu mengingat (memori). Orang berpidato menggunakan catatan (note); penyiar televisi menggunakan “idiot cards” atau teleprompters; tenaga pemasaran mengenal nama-nama stock dagangannya dari indeks yang mereka miliki; dokter-dokter mengingat gejala-gejala penyakit dari handbooks; dan para mahasiswa/pelajar sering membuat catatan-catatan yang sering digunakan pula sebagai alat contekan (crib cards).

Para orator di jaman Yunani dan Roma kuno untuk mengingat bahan pidatonya mereka menggunakan teknik yang dinamakan “method of loci”; dalam bidang keagamaan, orang telah menggunakan tasbih untuk membantu menghapal doa-doa. Orang Amerika asli menjalankan ritual dan memberi penjelasan mengenai filosofi hidup mereka melalui cerita-cerita yang mereka hafalkan, dan cerita-cerita rakyat yang diceritakan oleh banyak kelompok ini dipenuhi dengan perumpamaan-perumpamaan (imagery) yang hidup untuk memudahkan orang dalam mengingat.

Dalam pembahasan selanjutnya akan dijelaskan tentang beberapa tehnik Mnemonics

Komponen Keadilan (Teori Keadilan)

Tidak mudah untuk menentukan komponen-komponen dalam teori keadilan yang dapat diterapkan untuk berbagai jenis peran dalam suatu perusahaan. Hal ini perlu dieksplorasi dengan mengenali komponen-komponen dalam teori keadilan secara keseluruhan.
  • Menurut teori keadilan, orang membuat perbandingan antara diri sendiri dan orang lain (tertentu) sebagai rujukan yang terkait dengan dua faktor kunci yaitu Input dan Output (Greenberg, 2007).
  1. Input, terdiri dari hal-hal yang seseorang persepsikan sebagai kontribusi yang mempunyai nilai terhadap mereka dalam sebuah hubungan. Dalam situasi kerja, input mungkin terdiri dari pengalaman seseorang, pengetahuan, keterampilan, masa kerja, dan usaha.
  2. Output, adalah penerimaan yang dirasakan dari sebuah pertukaran hubungan-yaitu, apa yang orang percaya untuk keluar dari (pekerjaan/usaha) itu. Pada pekerjaan, hasil utama adalah mungkin hadiah seperti pembayaran dan balas jasa, pengakuan, dan status individu diberikan oleh orang lain.
  • Menurut (Robbins, 2007) ada 2 komponen, Input dan Output
  1. Input, Seperti usaha, pengalaman, pendidikan dan kompetensi. 
  2. Output, Seperti tingkat gaji, kenaikan gaji, dan pengakuan.

Teori Keadilan

Teori keadilan adalah konseptualisasi yang berfokus pada penyebab dan konsekuensi dari persepsi masyarakat terhadap keadilan dan ketidakadilan dalam hubungan mereka dengan orang lain.

Menurut teori keadilan yang dikembangkan oleh Adams (Greenberg, 2007) , orang membuat perbandingan antara diri sendiri dan orang lain (tertentu) sebagai rujukan yang terkait dengan dua faktor kunci yaitu masukan dan keluaran/hasil yang diperoleh.

Teori yang dikembangkan oleh Adams memberikan batasan apa yang dianggap adil atau wajar oleh orang dalam kebudayaan kita ini, dan dengan reaksi-reaksi mereka kalau berada dalam situasi-situasi yang dipersepsikan sebagai tidak adil/wajar .

Seseorang akan berusaha mempertahankan keadilan atas apa yang mereka kerjakan. Jika yang mereka terima dalam bentuk apapun yang dipersepsikan sebagai imbalan (seperti : gaji, tunjangan hari raya, tunjangan kesehatan, penghargaan atau pengakuan) dirasakan tidak adil maka itu akan membuat kepuasan kerja mereka menurun. Jika dirasakan adil imbalan yang diberikan terhadapnya maka itu dapat meningkatkan kepuasan terhadap pekerjaannya (Munandar, 2001).

Teori keadilan (Munandar,2001) mempunyai empat asumsi sebagai berikut:

1. Orang berusaha untuk menciptakan dan mempertahankan satu kondisi keadilan.

2. Jika dirasakan adanya kondisi ketidakadilan, kondisi ini menimbulkan ketegangan yang memotivasi orang untuk menguranginya atau menghilangkannya.

3. Makin besar persepsi ketidakadilannya, makin besar motivasinya untuk bertindak mengurangi kondisi ketegangan itu.

4. Orang akan mempersepsikan ketidakadilan yang tidak menyenangkan (misalnya, mendapat gaji terlalu besar).

Keadilan dirasakan ada jika orang merasa bahwa perbandingan antara hasil-keluarannya dengan masukannya sama dengan perbandingan hasil-keluaran orang lain (yang dianggap penting bagi dirinya) dengan masukannya. Sebaliknya kondisi ketidakadilan timbul jika perbandingan antara hasil-keluaran kita dengan masukan kita tidak sama besarnya (lebih besar atau lebih kecil daripada perbandingan hasil-keluaran orang lain dengan masukannya).

Misalkan ketika kita memberikan usaha dan mendapat gaji 2 juta, pada waktu yang sama dengan tingkat jabatan yang sama dengan pekerjaan yang sama orang lain (misalkan teman) memberikan usaha yang sama dan gaji yang sama pula. Akan merasa ada ketidak adilan ketika diantara salah satunya ada yng memberikan usaha yang lebih sedikit atau lebih besar dan mendapatkan gaji yang lebih sedikit atau lebih besar.

Dengan mengunakan teori kedilan dari Adams dilakukan berbagai penelitian dan salah satu hasilnya ialah bahwa orang yang menerima gaji yang dipersepsikan terlalu kecil atau terlalu besar akan mengalami distress atau mengalami ketidakpuasan. Kajian yang dilakukan dalam laboratorium mendukung hasil tentang gaji yang terlalu kecil, namun hasil tentang gaji yang terlalu besar tidak jelas meyakinkan (Munandar, 2001).

Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, teori keadilan adalah memberikan batasan apa yang dianggap adil atau wajar oleh orang dalam kebudayaan kita ini, dan dengan reaksi-reaksi mereka kalau berada dalam situasi-situasi yang dipersepsikan sebagai tidak adil/wajar.


Dampak Dari Ketidakpuasan Kerja



Dampak Dari Ketidakpuasan Kerja
  • Dampak terhadap ketidakhadiran (Absesnteisme) dan Keluarnya Tenaga Kerja (Turn Over).
Ketidakhadiran lebih spontan sifatnya dan dengan demikian kurang mencerminkan ketidakpuasan. Lain halnya dengan keluar dari pekerjaan. Perilaku ini karena akan mempunyai akibat-akibat ekonomis yang besar, maka lebih besar kemungkinannya ia berhubungan dengan ketidakpuasan kerja. (Munandar, 2001)
  • Dampak terhadap kesehatan
Dari segi kesehatan, ada link yang jelas antara kepuasan kerja dan kesehatan mental, seperti depresi dan burnout. Burnout adalah keadaan emosi sedih yang dialami pada pekerjaan, seperti perasaan emosional yang lelah dan perasaan penurunan prestasi pribadi. (Parker, 2007)

Ada beberapa bukti tentang adanya hubungan antara kepuasan kerja dengan kesehatan fisik dan mental. Dari satu kajian longitudinal disimpulkan bahwa ukuran-ukuran dari kepuasan kerja merupakan peramal yang baik dari longevity atau panjang umur atau rentang kehidupan. (Munandar, 2001)

Attitudes



Attitudes 
Evaluative statements or judgments concerning objects, people, or events.

Researchers have assumed that attitudes have three components

  • Cognitive component
The opinion or belief segment of an attitude.
  • Affective Component
The emotional or feeling segment of an attitude.
  • Behavioral Component
An intention to behave in a certain way toward someone or something. 



(Robbins, 2007)

Dampak Dari Kepuasan Kerja



Dampak dari perilaku kepuasan kerja telah banyak diteliti dan dikaji. Berikut beberapa hasil penelitian tentang dampak kepuasan dan ketidakpuasan kerja telah banyak diteliti dan dikaji. Berikut beberapa hasil penelitian tentang dampak kepuasan kerja terhadap produktivitas, ketidakhadiran dan keluarnya pegawai, dan dampaknya terhadap kesehatan.
  • Dampak terhadap produktivitas
Ditemukan bahwa jika kepuasan dan produktifitas data digabungkan untuk sebuah perusahaan secara keseluruhan, menemukan bahwa perusahaan yang banyak memiliki karyawan yang puas cenderung lebih efektif daripada yang memiliki sedikit karyawan yang tidak puas. (Robbins, 2007)
Menurut Robbins (2007) pekerja yang bahagia atau puas akan pekerjaannya kemungkinan besar menjadi karyawan yang produktif.
  • Dampak Terhadap Kepuasan Konsumen
Menurut Robbins (2007) kepuasan kerja karyawan dapat membuat kepuasan konsumen meningkat. Karena pada pelayanan organisasi, retensi dan pembelotan pelanggan sangat tergantung pada bagaimana karyawan berurusan dengan konsumen. Karyawan yang puas akan lebih bersahabat, ramah, dan responsive dalam menghargai pelanggan.
  • Dampak Terhadap Kepuasan Hidup
Kepuasan kerja memiliki korelasi positif cukup kuat dengan kepuasan hidup secara keseluruhan seseorang. Tampaknya bagaimana seseorang merasa dan / atau berpikir tentang suatu pekerjaan seseorang cenderung untuk mempengaruhi bagaimana kita merasa dan / atau berpikir lebih luas. (Parker, 2007)

Tahapan Perkembangan Kognitif Anak (bag.2)




Pada Bagian 2 ini akan dipaparkan tahap kedua, ketiga dan keempat (lanjutan bag.1) :

Preoperational Period (2 tahun – 7 tahun):
  • Semiotic Function , yaitu mulai penguasaan bahasa yang sistematik. Permainan simbolis. Perilaku imitasi juga mulai tampak.
  • Egocentrism, yaitu belum mampu berbagi. 
  • Rigidity of Thought, yaitu bila dikonfrontasikan dengan situasi multidimensional tetap hanya akan berpusat pada satu dimensi saja bisa saja mengabaikan dimensi-dimensi lain dan hubungan antar dimensi.
  • Semilogical Reasoning, belum mampu berpikir ke arah kebalikannya.
  • Limited Social Cognition, yaitu keterbatasan berpikir secara sosial 
Concrete Operational Period (7 tahun – 11 tahun)
  • Conservation, yaitu berhubungan dengan pertanyaan bagaimana anak memperoleh pengertian bahwa sifat-sifat tertentu suatu objek akan sama meskipun terjadi transformasi pada objek tersebut 
  • Class-Inclusion atau Classification, yaitu membuat kategorisasi kelas-kelas seperti percobaan balok beda bentuk dan warna & percobaan jumlah kucing dan anjing.
  • Relation atau Seriation, yaitu kemampuan untuk merangkai secara bersama-sama suatu seri elemen menurut beberapa hubungan yang mendasarinya. Bisa menghubungkan banyak hal atau dimensi.
Formal Operational Period (11 tahun – 15 tahun)
  • Scientific Method, yaitu berpikir secara teoritis, melakukan analisa terhadap masalah, strategi penyelesaian 
  • Hypothetical Reasoning, yaitu percobaan kombinasi percampuran warna pada cairan di gelas, berpikir secara teoritis, matriks dalam bayangan, perilaku problem solving

Faktor Kepuasan Kerja



Banyak Faktor yang telah diteliti sebagai faktor-faktor yang mungkin menentukan kepuasan kerja. Berikut ini akan disebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja :
  • Menurut Hackman dan Oldham (1976) ciri-ciri intrinsik dari pekerjaan yang menentukan kepuasan kerja ialah : 
  1. Keragaman keterampilan
  2. Jati diri tugas
  3. Tugas yang penting
  4. Otonomi
  5. Pemberian umpan balik.
  • Menurut Locke, ciri-ciri dari pekerjaan yang menentukan kepuasan kerja ialah :
  1. Keragaman pekerjaan
  2. Kesulitan pekerjaan
  3. Jumlah pekerjaan
  4. Tanggung jawab
  5. Otonomi
  6. Kendali terhadap metode kerja
  7. Kemajemukan
  8. Kreativitas.
  • Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Munandar (2001) adalah 
  1. Gaji\ penghasilan
  2. Imbalan yang dirasakan adil
  3. Kepemimpinan
  4. Kondisi kerja
  5. Rekan-rekan sejawat yang menunjang

KRITERIA DIAGNOSTIK GENERALIZED ANXIETY DISORDERS

Untuk mendapatkan diagnosis Generalized Anxiety Disorder, seseorang harus mengalami tingkat kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan, yang...