"Positioning" Produk

Dalam usaha membuat positioning produk yang tepat, perusahaan tidak dapat mengabaikan perilaku konsumen, terutama konsumen sasarannya.

Sabun mandi Lux yang dapat dikatakan melegenda dengan positioning-nya berupa "Sabun Kecantikan", mulai mengganti positioning sebagai "sabun yang memahami wanita apa adanya", karena berdasarkan penilitian perilaku konsumen , tidak semua wanita ingin atau merasa dirinya cantik.

Benetton, produsen pakaian dan aksesori anak muda, mengkampanyekan "United Colors Of Benetton" sebagai positioningnya yang sangat mengena bagi anak muda dari berbagai bangsa dan negara karena mereka tahu bahwa mereka adalah generation X yang sangat idealis dan terutama peka terhadap isu ras.

Contoh-contoh tadi mengisyaratkan persepsi konsumen terhadap produk yang membuat mereka membeli. Pemasar yang kurang mampu memahami segmen sasarannya tidak akan bisa memberikan kepuasan kepada konsumennya.

Apalagi diketahui ekspektasi konsumen semakin berkembang sampai pada tingkat khayalan karena tawaran di pasar yang semakin membanjir dengan janji-janji yang fantastis dan persepsi konsumen yang berubah-ubah dengan muatan informasi dari komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan dan lembaga-lembaga lain diseluruh dunia.


Prasetijo , R. (2005) 

Akibat Stres



Akibat stress yang dibicarakan disini adalah akibat yang negatif karena seringkali mengganggu kehidupan manusia. Tingkat stress yang tinggi dan berlangsung lama dan tanpa jalan keluar dapat mengakibatkan bermacam-macam akibat.

Gibson (1990) mengkategorikan akibat stres menjadi lima kategori, yaitu  :
  1. Akibat subjektif, yaitu akibat yang dirasakan secara pribadi, meliputi kegelisahan, kelesuan, kebosanan, deperesi, kelelahan, kekecewaan, kehilangan kesabaran, harga diri rendah, perasaan terpencil.
  2. Akibat perilaku, yaitu akibat yang mudah dilihat karena bentuk-bentuk perilaku tertentu, meliputi mudah terkena kecelakaan , penyalahgunaan obat-obatan, peledakan emosi, berperilaku impulsif, tertawa gelisah.
  3. Akibat kognitif, yaitu akibat yang mempengaruhi proses berfikir, meliputi tidak mampu mengambil keputusan yang sehat, kurang dapat berkonsentrasi, tidak mampu memusatkan perhatian dalam jangka waktu yang lama, sangat peka terhadap kecaman dan mengalami rintangan mental.
  4. Akibat fisiologis, yaitu akibat-akibat yang berhubungan dengan fungsi atau kerja alat-alat tubuh, yaitu tingkat gula darah meningkat, denyut jantung/tekanan darah naik, mulut menjadi kering pupil mata membesar, berkeringat, sebentar-sebentar panas dan dingin.
  5. Akibat keorganisasian, yaitu akibat yang tampak dalam tempat kerja, meliputi absen, produktivitas rendah, mengasingkan diri dari rekan kerja, ketidakpuasan kerja, menurunnya loyalitas terhadap organisasi.  

Management Functions





In the early part of the twentieth century, a French industrialist by the name of Henri Fayol wrote that all managers perform five management functions : They plan, organize, command, coordinate, and control. Today, we have condenced these to four :
  1. Planning : A process that includes defining goals, establishing strategy, and developing plans to coordinate activities.
  2. Organizing : Determining what tasks are to be done, who is to do them, how the tasks are to be grouped, who reports to whom, and where decisions are to be made.
  3. Leading : A function that includes motivating employees, directing others, selecting the most effective communication channels, and resolving conflicts.
  4. Controlling : Monitoring activities to ensure they are being accomplished as planned and correcting any significant deviations. 

(Robbins,2007)

Misi Organisasi (Perusahaan)

Misi suatu organisasi dapat digambarkan sebagai sebuah pernyataan umum yang merumuskan tujuan inti atau falsafah dasar organisasi. Misi berupa sebuah pernyataan yang menjawab pertanyaan “Mengapa organisasi ini ada?”.

Manfaat suatu misi adalah membantu memberikan pengertian yang jelas kepada karyawan, untuk apa sebenarnya organisasi tempat kerjanya itu didirikan. Pernyataan misi akan memperjelas tujuan-tujuan (objectives) mereka dan meningkatkan komitmen untuk mencapai tujuan tersebut:

Peter Drucker:
“Suatu bisnis tidak ditentukan oleh nama, dasar hukum, atau oleh undang-undang pembentukannya, melainkan oleh misinya. Hanya rumusan misi dan tujuan organisasi yang jelas yang memungkinkan adanya tujuan-tujuan bisnis yang jelas dan wajar”.

Sebuah pernyataan misi yang efektif harus mempunyai ciri-ciri:
  1. Menyatakan tujuan dasar organisasi sehingga menggerakkan orang-orang yang ada di dalamnya.
  2. Harus mengkomunikasikan VISI, tentang apa yang diinginkan organisasi tersebut. 
  3. Batas-batas harus dinyatakan secara jelas sehingga ada fokus yang jelas. 
  4. Makna pernyataan harus jelas bagi setiap orang. 
  5. Pernyataan itu harus memberikan petunjuk dalam pembuatan keputusan strategi dan kegiatan kerja.
  6. Pernyataan harus mengandung petunjuk nilai-nilai organisasi yang cukup untuk membimbing perilaku di dalam organisasi.
  7. Pernyataan harus mencerminkan karakter organisasi dan disajikan dengan satu cara yang memiliki dampak dan menguasai imajinasi.
Mempersiapkan Sebuah Pernyataan Misi
Langkah-langkahnya : 
  1. Menentukan apakah pernyataan semacam itu diperlukan, dan apakah pernyataan tersebut akan mendapatkan dukungan.
  2. Mempersiapkan sebuah kerangka pernyataan, mungkin dilakukan oleh eksekutif puncak, yang menggambarkan kerangka kesadaran dasar mereka tentang tujuan organisasi yang berkaitan dengan kriteria (ciri-ciri) tersebut di atas.
  3. Kerangka tersebut dibicarakan dalam kelompok kerja manajemen, untuk mendapatkan kesepakatan. Dalam hal ini terdapat bahaya, yaitu jika diperoleh kompromi yang lemah, yang gagal memberikan kekuatan dan kejelasan arah yang diperlukan, atau terlalu berbelit-belit untuk menyatakan tujuan organisasi.
  4. Pernyataan dasar harus mampu mengkristal dalam kalimat tunggal yang mudah dipahami dan memiliki dampak yang cepat.
  5. Mengembangkan pernyataan misi ke dalam beberapa komponen atau sasaran organisasi.
Contoh Pernyataan Misi:
Enterprise Oil adalah salah satu perusahaan penambangan dan produksi minyak bumi yang bebas dan terkemuka di dunia. Tujuan kami adalah menyediakan pertumbuha modal dan pendapatan melalui penemuan, perolehan, dan pengembangan persediaan minyak dan gas bumi bagi para pemegang saham. Dalam semua kegiatan, kami sepakat bertanggungjawab untuk memajukan kesehatan dan keselamatan pegawai dan kontraktor, serta melindungi lingkungan dari pencemaran.

(Cushway dkk 1995)

Hierarchy of Needs Theory (Maslow) (Motivation)


Hierarchy of Needs Theory
There is a hierarchy of five needs
  1. Physiological : Includes Hunger, thirst, shelter, sex.
  2. Safety : Includes security and protection from physical and emotional harm.
  3. Social : Includes affection, belongingness, acceptance, and friendship.
  4. Esteem: Includes internal esteem factors such as self-respect, autonomy, and achievement; and external esteem factors such as status, recognition, and attention.
  5. Self-actualization : The drive to become what one is capable of becoming: includes growth, achieving one's potential, and self-fulfillment.
as each need is substantially satisfied, the next need becomes dominant.


 
 
Lower-Order Needs 
Needs that are satisfied externally; physiological and safety needs.
Higher-Order Needs 
Needs that are satisfied internally; social, esteem, and self-actualization needs.

 (Robbins,2005)


Kepuasan Kerja


Kepuasan kerja didefinisikan sebagai perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang didapatkan dari evaluasi yang berkarakteristik. (Robbins,2007)

Dapat diketahui bahwa komponen-komponen yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Robbins (2007) ada lima komponen yakni : 



  1. The nature of the work : seperti kecocokan pada pekerjaan dan tingkat kesulitan pada pekerjaan 
  2. Supervision : seperti kinerja supervisor dan pengawasan pada pekerjaan 
  3. Present pay : seperti gaji dan system renumerasi 
  4. Promotion opportunities : seperti promosi yang ditawarkan dan peluang promosinya
  5. Relation with coworkers : seperti hubungan dengan rekan kerja dan atasan, yang merupakan komponen kepuasan kerja

Semoga Bermanfaat.....

Kondisi Fisik Kerja

Lingkungan kerja fisik mencakup setiap hal dari fasilitas parkir diluar gedung perusahaan, lokasi dan rancangan gedung sampai jumlah cahaya dan suara yang menimpa meja kerja atau ruang kerja seorang tenaga kerja.

Seperti di kota-kota besar tempat parkir yang sempit menimbulkn kejengkelan dari para tenaga kerja dan tamu perusahaan, yang dibawa ke pekerjaan sehingga dapat merugikan perusahaan.

Lokasi kerja juga menjadi masalah, seperti lamanya perjalanan membuat seseorang telah lelah sebelum mencapai pekerjan dan berakibat tidak baik terhadap disiplin kerja dan produktivitas.

Ada beberapa bagian yang masuk kedalam kondisi fisik kerja yang harus diperhatikan demi produktivitas dan kemajuan perusahaan, seperti :
  1. Penerangan
  2. Warna
  3. Suara Bising
  4. Musik Dalam Bekerja.
Bagian -bagian ini kan dibahas lebih lanjut lagi di segmen selanjutnya..

(Munandar, 2001) 

Semoga bermanfaat.....

Stres Tidak Selalu Jelek


Kita semua pernah mengalami stres. Tetapi sebenarnya tidak semua stres itu dimasukkan dalam kategori jelek.

Jika kita dapat mempertahankan stres dalam tingkat sedang itu sangat baik, karena stres dalam tingkat yang sedang itu perlu untuk menghasilkan kewaspadaaan dan minat pada tugas yang ada, dan membantu orang melakukan penyesuaian.

Stres yang tingkatan sedang ini baik untuk sistem syaraf, agar sistem syaraf tetap terlatih dan selanjutnya dapat berfungsi dengan baik.

Stress yang jelek adalah stres yang terlalu kuat (mengeluarkan hormon kortisol yang dapat berpengaruh jelek terhadap otak) dan juga bertahan lama, ini bisa mengganggu kesehatan jasmani maupun rohani, tetapi ada juga orang yang justru pada saat stres ia bisa lebih baik mengerjakan sesuatu.

Stres itu sendiri menurut Lazarus 1999 " Stres adalah rasa cemas atau terancam yang timbul ketika menginterpretasikan atau menilai suatu situasi sebagai melampaui kemampuan psikologis kita untuk bisa menanganinya secara memadai".

Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja

Pelatihan menurut Sikula (1976), adalah proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga kerja nonmanajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan tertentu.

Sedangkan pengembangan adalah : Proses pendidikan jangka panjang  yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga kerja manajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan umum.

Tujuan dari pelatihan dan pengembangan (Sikula,1976) :
  1. Meningkatkan Produktivitas.
  2. Meningkatkan Mutu.
  3. Meningkatkan Ketepatan dalam Perencanaan Sumber Daya Manusia.
  4. Meningkatkan Semangat Kerja.
  5. Menarik dan Menahan Tenaga Kerja yang Baik
  6. Menjaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
  7. Menghindari Keusangan
  8. Menunjang Pertumbuhan Pribadi.

Semoga Bermanfaat......

Targeting (Konsumen)

Targeting Merupakan langkah untuk memilih satu (atau lebih) segmen yang dapat dilayani dengan baik, sehingga semua usaha pemasaran dapat difokuskan pada segmen ini untuk keuntungan yang menjanjikan.

Perusahaan dapat melayani segmen sasaran dengan baik bila kiat-kiat yang dirancang sesuai dengan kemampuan perusahaan itu.

Kadang-kadang dalam proses segmentasi ini teridentifikasi juga segmen yang khas walaupun kecil. Segmen kecil ini sangat sesuai dengan kemampuan perusahaan dan mempunyai potensi yang besar untuk penetapan harga premium. Segmen yang demikian dinamakan cerukan (niche).

Meningkatnya pendidikan konsumen, sebagai akibat dari arus informasi yang tidak dapat dibendung lagi, menyebabkan semakin berkembangnya keinginan dan selera pilihan konsumen.Sejalan dengan itu, semakin banyak pula peluang pemasaran ditemukan dalam segmen-segmen cerukan yang kecil ini. Cerukan ini banyak dijadikan pasar sasaran oleh perusahaan untuk memasarkan produk-produk yang sangat khusus seperti berlian dan mobil super mewah, seperti mobil jaguar.

Jelaslah bahwa segmenting dan targeting tidak bisa terlepas dari pemahaman tentang perilaku konsumen, bahkan tampak jelas sekali bahwa segmenting dan targeting selalu didasarkn pada penelitian tentang perilaku konsumen.


Prasetijo , R. dkk (2005)

Analisis Pekerjaan



Analisis pekerjaan adalah prosedur yang anda lalui untuk menentukan tanggung jawab posisi-posisi pekerjan, dan karakteristik orang-orang yang bekerja untuk posisi-posisi tersebut. Analisis pekerjaan memberikan informasi yang digunakan untuk membuat deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan (jenis orang yang harus dipekerjakan untuk pekerjaan tersebut).

Hal-hal yang dilakukan manager SDM untuk mengumpulkan informasi melalui analisis pekerjaan adalah :
  1. Aktifitas Pekerjaan. Mengenai pekerjaan tersebut sebenarnya, dan bagaimana, mengapa, dan kapan pekerja itu melakukan setiap aktivitasnya.
  2. Perilaku Manusia. Seperti merasakan, berkomunikasi, memutuskan,  menulis, mengangkat barang dan berjalan jauh.
  3. Mesin, Perangkat, Peralatan, dan Bantuan Pekerjaan. Seperti perangkat yang digunakan, bahan yang diproses, pengetahuan yang diterapkan dan pelayanan yang diberikan.
  4. Standar Prestasi. Seperti dalam konteks level atau mutu untuk setiap pekerjaan.
  5. Konteks Pekerjaan. Informasi seperti kondisi fisik pekerjaan, jadwal kerja.
  6. Persyaratan Manusia. Persyaratan seperti pengetahuan, keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan, dan atribut pribadi yang dibutuhkan (bakat, karakteristik fisik, kepribadian, minat)
 (Dessler, 2006) 
Semoga Bermanfaat

KRITERIA DIAGNOSTIK GENERALIZED ANXIETY DISORDERS

Untuk mendapatkan diagnosis Generalized Anxiety Disorder, seseorang harus mengalami tingkat kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan, yang...