Pages

Translate

Thursday, July 12, 2012

Rene Descartes (Filsuf)


Rene Descartes

Descartes adalah seorang ahli matematika, ahli ilmu faal, Filsuf berkebangsaan Perancis yang hidup dari tahun 1596 hingga 1650. Descartes meneruskan sikap kaum skeptis dalam pandangannya mengenai pemahaman rasional. Ia setuju dan menganggap serius anggapan kaum skeptis bahwa kita perlu meragukan semua keyakinan kita, dan ia menganggap bahwa pandangan kaum skeptis adalah pandangan yang tepat.

Sasaran utama pandangan Descartes adalah bagaimana supaya kita bisa sampai pada pengetahuan yang benar dan pasti. Menurut dia bahwa kita perlu meragukan segala sesuatu sebelum sampai pada ide yang jelas dan pasti. Kita perlu meragukan untuk sementara apa yang belum dilihat dengan terang akal budi sebagai sesuatu yang benar dan pasti. Kita perlu meragukan segala sesuatu sampai kita menemukan ide yang jelas dan tepat.

Descartes menghendaki agar kita tetap meragukan untuk sementara waktu apa saja yang tidak bisa dilihat dengan terang akal budi sebagai yang pasti benar dan tidak diragukan lagi. Keraguan ini disebut sebagai keraguan metodis, yang berfungsi sebagai alat untuk menyingkirkan semua prasangka, tebakan dan dugaan yang menipu sehingga kita tidak sampai pada pengetahuan yang benar-benar punya dasar yang kuat. Selanjutnya Descartes mengatakan bahwa hanya akal budi yang membuktikan bahwa ada dasar untuk merasa pasti dan yakin akan apa yang diketahui. Descartes meragukan segala kebenaran yang diperoleh lewat pancaindra. Ia menganggap bahwa salah satu hal yang menipu dan mengahalangi kita untuk sampai pada pengetahuan sejati adalah pengalaman indrawi kita. Contoh: kita melihat botol yang berisi air putih sebagai botol kosong, benda-benda luar angkasa sebagai suatu benda kecil, bahkan jika kita sedang menulis buku pun diragukan, jangan-jangan itu sebagai mimpi belaka. Jangan-jangan ada setan jenius yang menipunya bahwa ada bumi, ada langit, ada obyek-obyek di luar dirinya, ada bentuk ada tempat dan seterusnya.

Menurut Descartes semakin jelas suatu ide dalam akal budi, maka semakin ide tersebut sesuai dengan realitas. Bukan sebaliknya ide itu benar bila semakin sesuai dengan realitas. Descartes terkesan dengan metode deduksi akal budi dari matematika dan ilmu ukur yang mencapai kebenaran tak terbantahkan, dan tak bisa diragukan. Karena itu ia berpendapat bahwa untuk pada pengetahuan yang benar tak terbantahkan dan tak diragukan maka perlu mengandalkan kemampuan akal budi. Kita perlu meragukan pengetahaun yang diperoleh dengan pancaindra hanya hanya pengetahuan lewat akal budi yang bisa memberikan kita kepastian.

Metode Descartes untuk mencapai kebenaran adalah meragukan segala pengetahuan lewat indra, sambil menyingkirkan yang diragukan kita terus mencari hingga menemukan pengetahuan yang benar dan tak bisa diragukan lagi. Keraguan itu penting supaya kita bisa sampai pada suatu pengetahuan yang benar, termasuk pengalaman kita masing-masing. Semua itu kita lakukan dengan akal budi, dengan berpikir. Diktum Descartes yang tekenal adalah Cogito Ergo sum, saya berpikir maka saya ada. Berpikir merupakan kebenaran yang pasti dan tak terbantahkan yang sekaligus menjadi landasan pemikiran dan pengetahuan manusia. Di sini Descartes menegaskan bahwa berpikir, akal budi adalah unsur pokok dari manusia sekaligus bagi pengetahuannya. Karena berpikir, akal budi adalah hal yang paling pokok bagi manusia, maka apa yang lolos dari seleksi akal budi manusia pasti benar tak terbantahkan.

(PERHATIAN SESUDAH MEMBACA INI JANGAN MEMBUAT IMAN ANDA GOYAH)



No comments:

Post a Comment